News

Kontes Ayam Pelung Menjadi Ajang Pariwisata
30 Juli 2018

Cirebon,- Ratusan peserta dari berbagai daerah mengikuti Kontes Besar Ayam Pelung Terbuka Grage Cup I, yang berlangsung di Grage City Mall, Jalan Jend. A. Yani, Kota Cirebon, Minggu (29/7/2018).

Kontes Ayam Pelung yang diselenggarakan di Grage City Mall bekerja sama dengan Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Nusantara (HIPPAPN). Bendahara Umum DPP HIPPAPN, Djufri Djaman mengucapkan terima kasih kepada Grage Group yang telah membantu HIPPAPN untuk melaksanakan Kontes Ayam Pelung.

“Kenapa kami sangat berterima kasih, karena untuk kontes di mall merupakan yang pertama kali. Dulu pernah ada, hanya simulasi saja, bukan kontes,” ujarnya kepada awak media.

Lanjut dia, kami sangat bersyukur ada mall besar di Cirebon yang mau memuliakan ayam pelung yang merupakan salah satu icon dari Jawa Barat, khususnya Cianjur, Sukabumi, dan Garut.“Mudah-mudahan kedepan bisa ada yang kedua, ketiga, sehingga warga Cirebon bisa lebih mengenal ayam pelung, dan ayam pelung bisa menjadi tuan di negaranya sendiri,” ungkpanya.

Ia menjelaskan, Ayam Pelung ini khusus, dan memang dari pemerintah sudah ada kriteria yang disebut ayam pelung, misalnya badannya besar, suaranya antara 10 sampai sampai 18 detik, lalu penampilanya gagah dan lain sebagainya.

Kalau cerita Legenda Ayam Pelung, kata Djufri, berdasarkan mimpi dari seorang Kyai yang bernama Mama Djarkasih menemukan satu ayam yang besar, kemudian dipelihara menjadi besar.

“Tetapi itu legenda, kita hormati itu. Intinya Ayam Pelung sudah ada pakemnya dari keputusan menteri tentang 26 rumpun unggas lokal Indonesia, salah satunya Ayam Pelung,” tambahnya.

Pada kontes ayam pelung ada 3 kategori yang dikonteskan, diantaranya penampilan, suara, dan bobot. Jadi nanti dinilai mana yang paling gagah dan yang paling bergensi kategorinya ialah suarnya.

“Pemenang kategori suara ada 20 pemenang. Kategori suara yang dinilai bukan suara panjang, besar, tetap dinilai dari angkatannya bagaimana, suara tengah bagaimana, suara akhir bagaimana, lalu akhirnya bagaimana, terus ada irama dan keserasian,” bebernya.

Kalau ayam biasa, menurut Djufri, bunyinya cempreng, tapi kalau ayam pelung suaranya cempreng tidak bisa menjadi juara kategori suara.

[Baca juga : Lestarikan Budaya Nusantara, Kontes Ayam Pelung Digelar di Grage City Mall]

“Untuk mengikuti kategori suara, suaranya harus lembut. Kalau kata salah satu ahli Ayam Pelung, ayam pelung yang bagus kalau didengar suaranya sampai ke hati,” terangnya.

Pada kontes ayam pelung di Grage City Mall, untuk pemenang kategori suara diambli juara 1 sampai 20, kategori penampilan dan suara diambil juara 1 sampai 3.

Selain itu, panitia sudah menyiapkan hadiah, seperti doorprize 3 unit sepeda motor untuk 3 pemenang, ada juga hadiah seperti LED TV, kulkas, kipang angin, serta hadiah menarik lainnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Direktur Grage Group, H. Dekon Gunawan Boediman mengatakan kontes ayam pelung Grage Cup akan terus diselenggarakan, seperti temanya Grage Cup I, tentunya akan ada II, II, IV dan seterusnya.

“Pada kontes ayam pelung ini, kita mengangkat juga tradisi, budaya, dan salah satu fauna yang harus dikenalkan kepada masyarakat untuk bisa dikembangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dengan adanya kontes ayam pelung ini, selain menjalin silaturahmi, bisa menjadi ajang pariwisata.

“Yang paling penting, kita bisa mengangkat harkat dari peternak untuk menjadi bagian mata rantai sebagai pariwisata,” tandasnya.